FH UMA Gelar Penyuluhan Anti-Narkotika dan Penguatan Ketahanan Diri Remaja di SMP Talitakum Medan
Fakultas Hukum Universitas Medan Area (FH UMA) melaksanakan kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penyuluhan Anti-Narkotika
dan Ketahanan Diri Remaja” di SMP Swasta Talitakum Medan pada 13–15 Mei
2026. Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,
khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan
meningkatkan pengetahuan, kesadaran hukum, serta ketahanan diri remaja
dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika.
Tim PkM FH UMA dipimpin oleh Nanang Tomi Sitorus, S.H., M.H., dengan
anggota Fitria Ramadhani Siregar, S.H., M.H., Dr. Mhd. Yusrizal Adi
Syaputra, S.H., M.H., dan Fitri Yanni Dewi Siregar, S.H., M.H. Kehadiran
tim disambut hangat oleh kepala sekolah, para guru, dan siswa SMP
Swasta Talitakum Medan.
Materi Interaktif Perkuat Ketahanan Diri Remaja
Dalam penyuluhan tersebut, para narasumber memaparkan berbagai
materi, mulai dari pengertian dan klasifikasi narkotika, faktor penyebab
penyalahgunaan di kalangan remaja, dampak terhadap kesehatan fisik dan
mental, hingga konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun
peredaran gelap narkotika.

Simulasi Penolakan dan Penguatan Karakter
Penyuluhan dikemas secara interaktif melalui ceramah, diskusi, tanya
jawab, studi kasus, serta simulasi kemampuan menolak ajakan menggunakan
narkotika (refusal skills). Peserta juga memperoleh edukasi
mengenai pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat,
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengendalikan emosi, dan
mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Ketua Tim PkM, Nanang Tomi Sitorus, S.H., M.H., menegaskan bahwa
pendidikan hukum dan pembentukan karakter perlu ditanamkan sejak usia
sekolah. “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman
mengenai bahaya narkotika, tetapi juga membekali peserta didik dengan
kemampuan membangun ketahanan diri, berani mengatakan tidak terhadap
ajakan negatif, dan memiliki kesadaran hukum sebagai bekal dalam
kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Antusiasme siswa tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif
berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berpartisipasi dalam simulasi
yang diberikan. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan
pemahaman peserta terkait bahaya narkotika, dampak penyalahgunaan, serta
pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Pihak SMP Swasta Talitakum Medan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan
tersebut dan berharap kolaborasi dengan FH UMA dapat terus berlanjut
melalui berbagai program edukatif yang mendukung pembentukan karakter,
budaya sadar hukum, dan pencegahan kenakalan remaja. Melalui kegiatan
ini, FH UMA kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda
yang sehat, berkarakter, sadar hukum, serta memiliki ketahanan diri
yang kuat demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan
bebas dari penyalahgunaan narkotika.
