FAI UMA Hadirkan Dosen Tamu dari Universitas Terbuka, Bahas Riset Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Masyarakat Lokal
Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Medan Area (UMA) melalui
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali menunjukkan
komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan budaya riset
mahasiswa dengan menyelenggarakan kegiatan Dosen Tamu yang menghadirkan akademisi dari Universitas Terbuka, Dr. Achmad Anwar Abidin, M.Pd.I.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias tersebut mengangkat tema "Mempersiapkan Riset Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Masyarakat Lokal".
Acara diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama
Islam FAI UMA sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik,
khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan keilmuan Pendidikan
Agama Islam.
Melalui kegiatan ini, FAI UMA terus memperkuat perannya sebagai
institusi pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya lulusan berkualitas,
adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghasilkan
penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pentingnya Riset Pendidikan Agama Islam Berbasis Budaya Lokal
Dalam sesi pemaparan, Dr. Achmad Anwar Abidin, M.Pd.I.
menekankan bahwa penelitian di bidang Pendidikan Agama Islam tidak
hanya berorientasi pada pengembangan teori semata, tetapi juga harus
mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di tengah kehidupan
masyarakat.
Menurutnya, budaya masyarakat lokal menyimpan kekayaan nilai,
tradisi, dan praktik keagamaan yang sangat potensial untuk dijadikan
objek penelitian ilmiah.
"Mahasiswa perlu mulai melihat lingkungan sosial dan budaya di
sekitarnya sebagai laboratorium penelitian. Berbagai nilai, tradisi, dan
praktik keagamaan masyarakat lokal dapat menjadi sumber data yang
berharga untuk menghasilkan riset yang kontekstual dan bermanfaat bagi
masyarakat," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan berbagai strategi dalam menyusun penelitian yang
berkualitas, mulai dari menentukan topik penelitian yang relevan,
membangun kerangka konseptual, memilih metode pengumpulan data, hingga
menghasilkan penelitian yang memiliki kontribusi ilmiah sekaligus
memberikan dampak sosial.
Materi yang disampaikan mendapat sambutan positif dari para peserta.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar
penyusunan skripsi, metodologi penelitian, hingga peluang pengembangan
riset Pendidikan Agama Islam berbasis kearifan lokal.

FAI UMA Dorong Budaya Riset Berkualitas bagi Mahasiswa
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area menyampaikan apresiasi kepada Dr. Achmad Anwar Abidin, M.Pd.I. atas kesediaannya berbagi ilmu, pengalaman, serta wawasan kepada sivitas akademika FAI UMA.
Ia berharap kegiatan dosen tamu seperti ini dapat menjadi motivasi
bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya akademik yang unggul
serta menghasilkan penelitian yang inovatif, aplikatif, dan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat.
Selain menjadi media transfer pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi
implementasi nyata kerja sama akademik antara Universitas Medan Area dan
Universitas Terbuka dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan dan penelitian.

Komitmen UMA Membangun Ekosistem Akademik yang Kolaboratif
Penyelenggaraan kegiatan dosen tamu menjadi salah satu bentuk
komitmen Fakultas Agama Islam UMA dalam menciptakan ekosistem akademik
yang dinamis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan serta tantangan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan akademisi
nasional, FAI UMA terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas
wawasan, meningkatkan kompetensi penelitian, serta menghasilkan karya
ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Program
Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Medan Area semakin termotivasi
untuk mengembangkan penelitian berbasis budaya masyarakat lokal yang
tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu memberikan
kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam serta pembangunan
masyarakat yang berkelanjutan.
